LUWU — Turnamen Domino Menpora Cup 2025 di Kabupaten Luwu terus berlanjut hingga Senin, 7 Juli 2025.
Memasuki babak 32 besar, suasana pertandingan semakin seru dan penuh ketegangan karena sistem gugur yang diterapkan.
Pantauan menunjukkan bahwa pertandingan kali ini berlangsung dengan pengawasan ketat. Sebanyak empat orang wasit dikerahkan untuk menjaga jalannya permainan. Dua orang bertindak sebagai wasit utama, satu wasit sebagai pencatat waktu (timer), dan satu lagi sebagai pencatat poin.
“Pertandingan diawasi ketat oleh empat wasit agar berjalan adil dan sesuai aturan,” ujar Koordinator Wasit Lokal, Ir. Ahmar Arif.
Ahmar menjelaskan, meskipun pertandingan terlihat menegangkan, sebenarnya para pemain yang lolos ke babak 32 besar sebagian besar merupakan pemain profesional dari berbagai daerah. Namun ia mengakui ada beberapa pemain yang gugup karena baru pertama kali menembus babak ini.
“Sebagian peserta berasal dari luar daerah seperti Batam, Sumatera, Kalimantan Utara, dan Kolaka Utara. Tapi ada juga pemain lokal yang tetap bertahan,” tambahnya.
Menurut Ahmar, seluruh proses pertandingan, mulai dari pengocokan hingga pembagian kartu, dilakukan secara profesional di bawah pengawasan wasit. Lokasi pertandingan juga cukup eksklusif karena berlangsung di area VIP yang disaksikan banyak penonton dan disiarkan langsung.
Sebagai informasi, Turnamen Domino Menpora Cup 2025 yang digelar sejak Sabtu, 5 Juli 2025 di Belopa, Kabupaten Luwu, merupakan salah satu turnamen terbesar di Indonesia. Kegiatan ini disponsori oleh Himpunan Generasi Indonesia (HGI) dan menyediakan total hadiah mencapai Rp300 juta.
“Juara pertama akan membawa pulang hadiah sebesar Rp60 juta, juara kedua Rp50 juta, juara ketiga Rp30 juta, dan juara keempat Rp20 juta. Bahkan peserta yang meraih posisi 5 hingga 64 juga tetap akan mendapatkan hadiah,” jelas Ketua Panitia, Dr. Isrun.
Turnamen ini menjadi ajang bergengsi bagi para pecinta domino dari seluruh penjuru tanah air. (*)













Komentar