Candi Barong, Peninggalan Candi Hindu di Atas Bukit

2020-07-18Candi

Candi ini mendapatkan nama 'barong’ karena bangunan utama candi memiliki hiasan kala dan makara pada setiap relung seperti umumnya candi di Jawa, yang mirip dengan barong. Aslinya, candi ini diberi nama Candi Sari-Sorogedug.

Candi Barong Merupakan Candi Hindu Tempat Pemujaan Dewa Wisnu

Candi Barong berlatar belakang agama Hindu, bisa Anda lihat dengan jelas dari segi arsitektur dan konstruksi bangunannya. Hanya saja fokus pemujaannya kepada Dewa Wisnu, berbeda dengan Candi Prambanan yang fokusnya kepada Dewa Siwa.

Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya temuan arca Dewi Sri, istri Dewa Wisnu, serta Dewi Laksmi pengiring Dewa Wisnu. Dugaan kuat lainnya, terdapat hiasan kerang bersayap (sankha) yang merupakan salah satu simbol (laksana) Dewa Wisnu, dan bagian puncak bangunan (kemuncak) yang berbentuk permata (ratna).

Kompleks Candi Barong Berupa 3 Teras Yang Semakin Meninggi

Ciri khas dari candi ini adalah lahan berundak 3 yang semakin tinggi ke arah timur. Semakin tinggi lahan semakin sempit. Teras pertama memiliki luas 90 x 63 m2, sedangkan teras kedua seluas 50 x 50 m2, dan teras ketiga atau tertinggi berukuran 25 x 38 m2.

Untuk masuk di kompleks Candi Barong, Anda harus melalui pintu di sebelah barat. Pemandangan yang terlihat dari kompleks ini sangatlah indah. Anda akan menemukan 2 buah bangunan candi yang tidak memiliki jendela atau pintu pada teras tertinggi.

Keindahan Arsitektur Candi Barong

Untuk naik ke setiap teras candi, melalui tangga yang ada di tengah. Tangga untuk menuju masing-masing teras dilengkapi dengan pipi tangga yang berhias menyerupai 'ukel’, namun kini sudah tidak jelas bentuknya.

Di dinding pipi tangga terdapat hiasan berupa daun kalpataru yang sebagian sudah rusak. Di puncak tangga terdapat gerbang beratap (gapura paduraksa) menuju ke pelataran teras ketiga. Di atas ambang gapura terdapat hiasan Kalamakara.

Saat masuk ke kompleks Candi, di halaman teras pertama tidak ditemukan bangunan apapun.

Begitu pula di halaman teras kedua. Anda hanya akan menemukan struktur bangunan berukuran 12,30 m x 7,80 m dan beberapa umpak batu berbentuk segi delapan. Diduga struktur tersebut merupakan pondasi bangunan pendapa dengan atap dari kayu.

Pada halaman teras tertinggi, terdapat 2 bangunan utama Candi Barong. Candi pertama berukuran 8,20 m x 8,20 m dengan tinggi 9,25 m, sedang candi kedua berukuran 8,25 m x 8,25 m dengan tinggi 9,25 m. Kedua candi tidak mempunyai bilik. Meskipun setiap sisi dinding di bagian tengahnya berongga, itu hanya relung, berhias kala yang tampak agak tersenyum.

Teras tertinggi ini merupakan halaman yang paling suci. Perbedaan antara keduanya terletak pada ragam hias dan arcanya. Berdasarkan kedua hal tersebut, candi pertama diduga dibangun untuk pemujaan dewa Wisnu, sedangkan candi kedua untuk Dewi Sri.

Sekilas Sejarah Tentang Candi Barong

Nama asli candi ini adalah Candi Sari Sorogedug, diketahui berdasarkan catatan Belanda yang disusun dalam ROD (Rapporten van den Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch –Indie) tahun 1915.

Candi Barong Dibangun Sekitar Tahun 900 M

Berdasarkan pengerjaan ornamennya, diduga candi ini berasal dari sekitar tahun 900 M.

Ornamen yang menonjol adalah hiasan kala di relung bagian atas candi. Lazimnya, model kala digunakan dalam candi-candi di Jawa Timur, yang lebih muda pertanggalannya dibanding masa klasik Jawa Tengah. Model kala masa klasik Jawa Tengah terlihat dengan gaya ”garang dan menyeramkan”, sedangkan masa klasik Jawa Timur ornamen kala tampak seperti ”tersenyum”.

Para ahli arkeologi berpendapat bahwa pergeseran masa klasik dari Jawa Tengah ke arah timur diperkirakan terjadi pada akhir abad 9-10 M.

Candi Barong Dipugar Pada Tahun 1979-1999

Candi Barong mulai ditangani secara intensif sejak tahun 1979 (kegiatan prapemugaran), kemudian dilanjutkan dengan studi teknis pada tahun 1985 dan dipugar mulai tahun 1987 sampai dengan tahun 1999. Untuk selanjutnya, candi ini dimanfaatkan sebagai salah satu aset wisata untuk Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kisah Keberadaan Candi Barong Dalam Prasasti

Keberadaan Candi Barong disebutkan dalam Prasasti Ratu Baka (856 M). Diceritakan tentang Raja Sri Kumbaja (Sri Kalasodbhava) yang membangun 3 'lingga’, Krttiwasalingga dengan pendamping Dewi Sri, Triyarbakalingga dengan pendamping Dewi Suralaksmi, dan Haralingga dengan pendamping Dewi Mahalaksmi. Diperkirakan 3 lingga tersebut adalah Candi Barong.

Info Wisata Bagi Anda Yang Ingin ke Candi Barong

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Candi Barong 2020

Sejak 14 Maret 2020, Candi Barong ditutup sementara untuk umum demi mencegah penyebaran Covid-19

Anda bisa mengunjungi Candi ini pada pukul 08:00-17:00. Dikenai tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang.

Lokasi Candi Barong Tidak Jauh Dari Candi Roro Jonggrang

Kompleks Candi Barong terletak di atas Bukit Sorogedug, Dusun Sari, Desa Sambirejo, di tengah hamparan perbukitan di sebelah selatan Candi Roro Jonggrang atau Candi Prambanan.

Berjarak sekitar 25 kilometer dari Tugu Jogja, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan.

Candi Barong Lebih Mudah Diakses Dengan Kendaraan Pribadi

Di bagian barat Candi Barong masih terdapat persawahan yang dilanjutkan dengan tebing curam di sisi barat dan selatan. Medan untuk menuju ke kawasan candi masih belum begitu bagus.

Candi Barong agak sulit dijangkau karena lokasinya yang di atas bukit. Jika Anda berangkat dari Malioboro menggunakan transportasi umum seperti TransJogja, Anda bisa naik jurusan 1A dan turun di halte Terminal Prambanan. Dari sini Anda masih harus melanjutkan perjalanan sejauh 3,6 km, Anda bisa menggunakan jasa ojek untuk sampai ke lokasi, kurang lebih 10 menit.

Sama halnya jika Anda naik kereta prameks dari Stasiun Tugu. Ambil tujuan Solo Balapan dan turunlah di stasiun Brambanan. Lanjutkan perjalanan sejauh 4 km menggunakan jasa ojek.

Namun jika Anda tidak mau repot, Anda bisa rental mobil termasuk sopir dan dijamin Anda akan langsung sampai Candi Barong dengan mudah dan selamat.

Kami menyediakannya rental mobil yang murah dengan driver berpengalaman. Silahkan kunjungi halaman kami melalui tombol di bawah ini.
Rental Mobil Jogja

Candi Barong Indah Saat Senja Menjelang

Wilayah Prambanan, baik yang berada di kabupaten Sleman maupun Klaten memang dikenal kaya akan peninggalan bersejarah berupa candi, dan layak menjadi destinasi wisata saat Anda berada di Yogyakarta. Dari sekian banyaknya candi di kawasan tersebut, salah satu candi yang cukup menarik untuk dikunjungi adalah Candi Barong ini.

Jika cuaca mendukung, maka sore hari menjadi saat terbaik untuk menyambangi kemegahan Candi Barong. Selain cahaya dari barat yang membuat bangunan candi semakin memesona, keindahan matahari terbenam juga akan terlihat di ufuk barat.

Di sekitar Candi Barong terdapat beberapa peninggalan Mataram Kuno lainnya, antara lain Candi Dawangsari dan Candi Miri. Selain itu, candi ini juga dekat dengan destinasi wisata Spot Riyadi.