Erupsi Gunung Merapi 2010, Candi Borobudur Terselimuti Abu Vulkanik

Borobudur Surround

Sepuluh tahun yang lalu sedang apa dan dimanakah Anda?

Tanggal 20 November 2010 kami sedang berada di Candi Borobudur. Kala itu kami diberi kesempatan menjadi relawan dalam membantu mengangkat abu vulkanik yang menempel di Candi Borobudur.

Erupsi dahsyat terjadi pada Gunung Merapi tanggal 26 Oktober 2010.

Kemudian erupsi susulan disertai luncuran awan panas terjadi pada 4-5 November 2010. Erupsi susulan inilah yang membuat Candi Borobudur terselimuti abu vulkanik dengan ketebalan hingga 2,5 cm.

Foto-foto di bawah ini menggambarkan kondisi Candi Borobudur pada 20 November 2010.

Penanganan Abu Vulkanik Merapi di Candi Borobudur 20 November 2010

Tahapan Penutupan Candi Borobudur

  • 26 Oktober 2010
    Candi Borobudur tutup lantai 3-9
  • 5 November 2010
    Candi Borobudur dan Taman Wisata tutup total

Jalan di area taman menuju Candi Borobudur tampak sudah dibersihkan. Hanya saja masih ada abu-abu di tanah pada sela-sela tanaman. Candi Borobudur terlihat berwarna putih, berbeda dari biasanya.

Begitu tiba di pelataran Candi Borobudur, sudah banyak petugas yang dibantu oleh relawan mengestafet ember-ember berisi abu vulkanik menurunkan ke bawah candi.

Ember-ember berisi abu vulkanik tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung.

Terlihat ratusan karung berisi abu vulkanik sudah menumpuk di area pelataran Candi Borobudur. Karung-karung ini selanjutnya akan diletakkan di tempat penampungan.

Karena begitu luas dan megahnya Candi Borobudur, untuk itulah pihak Balai Konservasi Borobudur memberikan kesempatan bagi masyarakat supaya ikut membantu membersihkan candi.

Upaya Pembersihan Abu Vulkanik Merapi 2010 di Candi Borobudur Oleh Para Ahli Balai Konservasi

Pihak Balai Konservasi Borobudur sudah berupaya melakukan pembersihan Candi Borobudur pada seluruh lantai Candi Borobudur dan terutama bagian stupa. Sampai 19 November 2010 baru selesai 7,5% saja dari total keseluruhan candi.

Bagian atas pada stupa-stupa Candi Borobudur hanya ditangani oleh para ahli dari pihak Balai Konservasi saja, untuk menghindari kerusakan candi.

Setelah dibersihkan, dilakukan netraliasi sulfur menggunakan natrium bikarbonat atau soda kue. Stupa yang sudah dinetralisasi kemudian ditutup menggunakan plastik untuk menghindari hamburan debu Gunung Merapi berikutnya.

Stupa di lantai 8 sudah relatif bersih. Sebelumnya, stupa teras ini tertutup oleh abu dengan ketebalan mencapai 2 cm, lantainya sendiri tertutup hingga 1 cm.

Pagar langkan lantai 7 masih belum dibersihkan. Ketebalan abu vulkanik antara 0,2 hingga 1 cm.

Relawan Turut Membersihkan Candi Borobudur dari Abu Vulkanik Merapi 2010

Relawan ditugaskan untuk membersihkan antara lantai 1-2 Candi Borobudur, terutama debu-debu yang menempel pada relief.

Kondisi lantai 2 Candi Borobudur. Meskipun lantainya sudah dibersihkan sebelumnya, masih terlihat abu-abu vulkanik yang menempel kembali.

Celah-celah lantai masih tertutup abu-abu vulkanik, nantinya akan dibersihkan kembali jika lantai diatasnya sudah selesai.

Di bagian lorong lantai 2 sudah ada beberapa relawan. Ada yang membersihkan lantai, relief dan juga pagar langkan. Abu dikumpulkan ke dalam karung dan diangkut secara manual.

Sekelompok bapak-ibu relawan dari Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Jawa Tengah juga turut ikut membersihkan candi.

Alat bantu yang digunakan untuk membersihkan candi harus berbahan selain logam, seperti sikat ijuk atau plastik, pengki, spatula, sutil, sapu lidi, sapu ijuk, dan sebagainya.

Cara membersihkan candi juga tidak boleh sembarangan. Batu digosok satu persatu dengan sikat plastik. Pasir yang keluar langsung diambil dengan bantuan pengki.

Ketika menyikat dan mengumpulkan pasir, diusahakan agar pasir tidak masuk ke dalam sela-sela batu candi. Karena abu dan pasir letusan Merapi bersifat asam dan bisa merusak candi.

Butuh ketelatenan dalam membersihkan candi. Bagaimana tidak, satu batu yang disikat membutuhkan waktu 10-30 menit. Ini untuk finishing, karena saat itu lorong yang dikerjakan sudah relatif bersih.

Bisa dibayangkan berapa banyak orang dan waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan bangunan seluas Candi Borobudur.

Berkat upaya dan bantuan dari seluruh pihak, Candi Borobudur sudah dapat pulih kembali dengan cepat. Pembukaan kembali Candi Borobudur dilakukan secara bertahap.

Tahapan Pembukaan Kembali Candi Borobudur

  • 21 November 2010
    Candi Borobudur tutup total lantai 1-9
    Taman Wisata Borobudur dibuka kembali
  • 20 Desember 2010
    Candi Borobudur buka lantai 1-7
  • 22 September 2011
    Candi Borobudur buka total hingga lantai 9

Dampak Abu Erupsi Gunung Merapi 2010 di Sekitar Candi Borobudur

Sepulangnya dari Candi Borobudur, nampaknya situasi yang sama dialami oleh Candi Pawon dan Candi Mendut.

Candi Pawon tetap dibuka, nampak pelatarannya sudah dibersihkan oleh petugas candi. Masih ada sisa-sisa di bagian tanah yang ditumbuhi pohon.

Suasana di depan gerbang Candi Pawon, jalanan masih tertutup oleh abu. Anak-anak terlihat santai bermain bola.

Di depan Candi Mendut masih banyak abu dan batu-batu yang dikumpulkan di pinggir jalan.

Candi Mendut nampak sedang dibersihkan oleh para petugas. Di bagian atap masih banyak abu vulkanik yang menempel di Candi Mendut.


Sejak tanggal 5 November 2020, Gunung Merapi dinaikkan statusnya menjadi level III atau Siaga. Namun selama 15 hari ini belum ada erupsi. Semoga kondisi tetap aman dan berjalan lancar.

Kalaupun terjadi kembali, Candi Borobudur dan sekitarnya bisa pulih kembali dengan gotong royong oleh segala pihak. Yang terpenting warga di sekitar lereng Merapi aman dan selamat.