Candi Sukuh Karanganyar Piramida Jawa Nan Eksotis

2020-04-28Candi

Candi Sukuh

Candi Sukuh terletak di bagian Barat kaki Gunung Lawu, dibangun di atas bukit pada ketinggian 1.186 mdpl. Pesona dari Candi Sukuh adalah bangunan utamanya yang mirip dengan Piramid Aztec yang berada di Meksiko dan terdapatnya arca-arca serta relief lingga dan yoni yang sangat erotis.

Selain itu, karena berada di perbukitan, pemandangan yang ada di sekitar Candi Sukuh ini sangatlah indah. Udara terasa sejuk dan suasana juga sangat tenang.

Keindahan dan Keistimewaan Candi Sukuh

Candi Sukuh dibangun di atas bukit yang dipenuhi tetumbuhan hijau dengan bunga-bunga pegunungan yang tumbuh subur, seolah-olah dilindungi oleh hutan pinus Mercusi. Sunyi, sejuk, dan tenang itulah yang akan Anda rasakan saat menginjakkan kaki di Candi Sukuh. Rumput hijau yang segar terlihat mengelilingi kompleks halaman candi.

Bentuk Candi Sukuh Menyerupai Piramida Maya Mexico

Teras Candi Sukuh

Candi Sukuh berbentuk punden berundak, menyerupai Piramida dari Bangsa Maya di Mexico atau situs-situs sejenis di Peru Amerika Selatan. Bahkan jika dilihat dari depan candi induk, bentuknya mirip piramida terpotong seperti di Mesir. Inilah yang membuat Candi Sukuh begitu menarik.

Sebagian besar candi dari era Majapahit berbentuk ramping ke atas dengan bagian tengah berupa ruangan untuk persembahan dan menyimpan arca.

Erotisnya Lingga dan Yoni Candi Sukuh

Daya tarik lain dari Candi Sukuh adalah terdapatnya arca-arca serta relief-relief yang begitu vulgar, memperlihatkan organ reproduksi pria (lingga) dan organ reproduksi wanita (yoni). Yang paling mencolok adalah arca seukuran manusia laki-laki berdiri, bagian kepalanya hilang, sedang menggenggam alat vitalnya. Candi Sukuh ini memang disebut candi erotis yang ditemukan di Jawa.

Dari temuan lingga-yoni ini dipastikan Candi Sukuh bercorak agama Hindu. Menurut arkeolog, Candi Sukuh sama seperti Candi Cetho, berfungsi sebagai tempat pemujaan sekaligus ruwatan.

Mitos Tes Keperawanan Candi Sukuh

Zaman dahulu, piramida Candi Sukuh menjadi lokasi tes keperawanan bagi gadis yang hendak menikah. Caranya adalah dengan mendaki batu undak atau tangga dengan lorong sempit dari bawah piramida hingga menuju ke puncaknya.

Mitosnya, jika seorang gadis mengalami pendarahan pada selaput daranya saat mendaki batu undak ini, maka bisa dipastikan masih perawan. Namun sebaliknya, apabila ia tidak perawan lagi, maka ketika melangkahi batu undak ini, kain yang dipakainya akan robek dan terlepas.

Candi Sukuh Digunakan Sebagai Acara Sembahyang Umat Hindu

Sembahyang Candi Sukuh

Jika Anda beruntung, pada hari-hari tertentu atau pada acara keagamaan Hindu, Anda akan melihat umat Hindu bersembahyang di Candi Sukuh. Di pelataran Candi Sukuh Anda juga akan menjumpai berbagai sesaji.

Selain itu, karena lokasinya yang tenang dan sejuk, banyak juga yang menggunakan Candi Sukuh sebagai tempat meditasi.

Menilik Sejarah Candi Sukuh Karanganyar dan Asal-Usulnya

Berdasarkan motif-motif pada reliefnya, para pakar sejarah kepurbakalaan berspekulasi bahwa Candi Sukuh merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit, pada masa 1429-1446.

Tahun 2015-2016, candi Sukuh dipugar karena bangunan utama miring akibat pondasinya amblas yang disebabkan banyaknya pengunjung yang naik ke atas piramida. Kini setelah dipugar, hanya dibatasi maksimal 10 orang secara bergantian untuk naik ke atas Candi Sukuh.

Candi Sukuh Dibangun Pada Abad ke XV

Pada gerbang utama Candi Sukuh, terdapat relief yang yang bertuliskan “Gapuro Bhuto Anguntal Jalmo" atau memiliki arti “Seorang raksasa memangsa manusia". Berdasarkan relief tersebut, diperkirakan candi Sukuh berdiri pada tahun 1359 Saka atau 1437 M.

Angka tahun tersebut diperoleh melalui lambang condro sengkolo dalam kalender Jawa (Gapuro=Gerbang=angka 9, Bhuto=Raksasa= angka 5, Anguntal=Memangsa=angka 3, Jalmo=Manusia=angka 1, jika dibalik menjadi 1359 Saka atau 1437 Masehi).

Menelusuri 3 Teras Kompleks Candi Sukuh

Denah Candi Sukuh
Candi Sukuh oleh Suwarno Asmadi dan Haryono Soemadi

Candi Sukuh menghadap ke arah Barat dan terbagi menjadi 3 teras yang melambangkan tiga tingkatan menuju kesempurnaan atau Nirwana.

Di pintu masuk kompleks Candi Sukuh Anda akan menemukan prasasti pemugaran yang dilakukan pada tanggal 10 Desember 1982 dan papan berisi sejarah Candi Sukuh dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Teras Pertama, Gerbang Utama Candi Sukuh Dengan Relief Lingga-Yoni

Untuk masuk teras pertama, Anda harus menaiki tangga dengan tinggi sekitar 2 meter. Di teras pertama inilah Gerbang Utama berada.

Gapura Candi Sukuh

Pada gapura pertama ini terdapat beberapa relief. Relief pertama menggambarkan seseorang dimakan raksasa, mempunyai makna tahun pembangunan Candi Sukuh, yaitu 1359 Saka atau 1437 Masehi.

Di sisi Utara dan Selatan gapura ada relief seekor garuda dengan sayap terbuka sedang mencengkeram dua ekor ular. Berkaitan dengan cerita Garudeya, sang garuda yang mencari tirta amerta (air kehidupan). Relief ini juga berhubungan dengan relief-relief yang terdapat pada teras lain.

Yang paling menarik, di dalam lorong gerbang utama atau gapura tergambar relief Lingga dan Yoni saling berhadapan dan dilingkari rantai atau karangan bunga, nampak bahwa relief ini sangat disakralkan. Namun saat ini lorong gapura tersebut dipagar agar relief di dalamnya tidak rusak.

Lingga Yoni Candi Sukuh

Relief Lingga dan Yoni di dalamnya adalah lambang kesuburan. Makna lainnya, untuk menghalau roh-roh jahat atau makhluk halus yang kasat mata. Sengaja dipahat di lantai pintu masuk berfungsi agar siapa saja yang melangkahi relief tersebut segala kotoran yang melekat di badan menjadi sirna sebab sudah terkena suwuk (mantra/obat).

Jika Anda melihat keseluruhan Candi Sukuh dari balik gapura ini, bentuk arsitektur Candi Sukuh sangat khas. Tidak disusun secara tegak lurus, melainkan agak miring menyerupai trapesium dengan atap di atasnya.

Teras Kedua Candi Sukuh, Terdapat Relief Pande Besi

Teras kedua tempatnya begitu luas, kanan kirinya dipenuhi rumput hijau yang segar. Terdapat 4 relief tentang pande besi yang berpesan, saat seseorang terkena kesulitan hidup untuk menghilangkannya, bisa melakukan upacara penyucian dengan menggunakan air suci.

Naiklah menuju teras ketiga melalui gapura yang sudah rusak dan tidak ada atap. Di sisi kiri-kanan gapura terdapat patung Dwarapala, sang penjaga gerbang.

Teras Ketiga, Tempat Candi Utama, Arca dan Relief Candi Sukuh

Di teras ketiga inilah tempat candi utama berdiri. Candi Sukuh yang berbentuk seperti piramida Mesir. Anda akan menemukan relief-relief Candi Sukuh dan juga arca-arca yang menarik di teras ketiga ini.

Di sisi kiri teras berderet relief seekor babi bertanduk dan seekor gajah serta 5 rangkaian relief cerita Kidung Sudamala. Di sisi kanan teras terdapat 2 arca burung Garuda tanpa kepala dengan sayap terkembang.

Di depan candi utama terdapat 3 arca kura-kura yang merupakan simbol Dewa Wisnu, bentuknya seperti meja dan tampaknya difungsikan sebagai tempat sesaji. Terdapat pula Candi perwara yang di dalamnya ada patung kecil tanpa kepala, pada hari-hari tertentu diberi sesaji di tengahnya. Di sebelah Candi Perwara ada sebuah bangunan yang diyakini oleh masyarakat sekitar adalah Makam Kyai Sukuh.

Lalu ada bangunan bergambar relief tapal kuda dengan tokoh Bima dan Dewa Ruci yang berhadapan satu sama lain di dalamnya. Ada pendapat mengatakan bahwa relief ini melambangkan rahim seorang wanita dan sosok Bima melambangkan kejahatan sedangkan sosok Dewa Ruci melambangkan kebajikan. Namun hal ini belum begitu jelas.

Selain teras, batu relief yang terdapat di depan candi utama Candi Sukuh juga melambangkan ketiga dunia, yaitu dunia bawah dilambangkan dengan Relief Bima Suci, dunia tengah dilambangkan Relief Ramayana, Garudeya dan Sudhamala. Dan dunia atas dilambangkan dengan Relief Swargarohanaparwa.

Anda bisa naik ke puncak candi utama melalui tangga berlorong sempit. Pemandangan dari atas puncak Candi Sukuh tak kalah indah. Di bagian atap Candi Sukuh, Anda akan menjumpai sebuah umpak atau kotak kecil. Dahulu merupakan tempat lingga batu berukuran raksasa, dipahat dalam bentuk natural dengan empat bulatan pada ujungnya. Sekarang linga tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Informasi Wisata Untuk Berkunjung ke Candi Sukuh

Sebelum mengunjungi Candi Sukuh dan eksotis, perhatikan informasi di bawah ini terlebih dahulu.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Candi Sukuh 2020

Sejak 21 Juni 2020, Candi Sukuh sudah dibuka khusus untuk warga DIY dan Jawa Tengah

Jika Anda ingin mengunjungi Candi Sukuh nan erotis ini, Anda bisa datang pada jam 09:00 sampai 15:00. Untuk menjelajahi segala yang ada di dalam kompleks Candi Sukuh, Anda diwajibkan membayar tiket masuk seharga Rp10.000 per orang.

Sebelum memasuki kompleks Candi Sukuh, Anda diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang terdapat di lokasi Candi Sukuh. Seperti cuci tangan, jaga jarak, cek suhu tubuh dan selalu pakai masker.

Anda juga diwajibkan mengenakan kain kampuh, kain bermotif kotak-kotak dengan warna hitam-putih yang biasa digunakan di Bali. Anda bisa membayar seikhlasnya ke kotak donasi untuk biaya kain ini.

Durasi kunjungan terbatas, Anda boleh berada di dalam area Candi Sukuh hanya selama 1 jam.

Tempat Wisata di Sekitar Candi Sukuh

Tak jauh dari lokasi Candi Sukuh terdapat candi Hindu lain bernama Candi Cetho, menyegarkan diri di wisata air terjun Jumog, atau menaiki seribu tangga di wisata air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu.

Jika Anda merasa lapar, Anda bisa menikmati sajian makanan di beberapa restoran atau rumah makan yang tersedia saat menuju atau kembali dari Candi Sukuh.

Misalnya di Bale Branti, menyediakan berbagai makanan khas Karanganyar. Mencicipi berbagai macam aneka teh dengan camilan sebagai sampingan di Rumah Teh Ndoro Donker.

Atau di sekitar areal Candi Sukuh juga terdapat warung-warung kecil yang bisa mengganjal perut Anda selama berwisata di Candi Sukuh.

Candi Sukuh Terletak di Lereng Kaki Gunung Lawu

Lokasi Candi Sukuh berada di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Berada di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 mdpl.

Candi Sukuh bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum.

Jika Anda menggunakan transportasi umum dan berangkat dari Malioboro Jogja, berjalanlah ke Stasiun Tugu dan naik kereta prameks jurusan Yogyakarta-Solo Balapan. Sampai stasiun Solo Balapan, keluar dan menyeberang melalui Skybridge yang menghubungkan Solo Balapan dengan Terminal Tirtonadi.

Dari Terminal Tirtonadi, cari bus umum dengan jurusan Solo-Tawangmangu. Turunlah di Terminal Karang Pandan dan lanjutkan dengan minibus Karang Pandan-Kemuning, turun di Berjo.

Jarak dari gerbang masuk hingga lokasi candi sekitar 2 km yang bisa Anda tempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek.

Namun jika Anda tidak ingin repot berpindah-pindah jurusan Bus, jauh lebih aman dan nyaman jika menggunakan sewa mobil. Kami menyediakan berbagai macam mobil yang bisa Anda pilih.

Silahkan kunjungi halaman sewa mobil kami disini
Rental Mobil Jogja

Anda bisa menghubungi kami secara langsung melalui kontak di bawah ini :

 082164691939

 @borobudurtourjogja

 @borobudurtourjogja

 @borobudurtour