Panorama Bebatuan Raksasa di Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran

2020-08-07Jelajah Alam

Gunung Api Purba Nglanggeran

Berdiri di atas ketinggian, gugusan bukit batuan purba raksasa seolah tampak jelas di depan mata. Semua penjuru Gunung Kidul dapat Anda saksikan dari atas puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Panorama semakin sempurna dengan terlihatnya Embung Nglanggeran dari kejauhan.

Pesona dan Keunikan Gunung Api Purba Nglanggeran

Gugusan bukit batu raksasa merupakan pemandangan utama yang Anda jumpai saat menjejakkan kaki di basecamp Gunung Api Purba Nglanggeran.

Enam puluh juta tahun silam, gugusan bukit batu raksasa merupakan gunung api aktif yang berasal dari dasar laut. Gunung api ini terangkat oleh proses alam dan kemudian menjadi daratan. Seiring berjalannya waktu, gunung api tersebut menjadi tidak aktif dan berubah menjadi bukit-bukit batu dengan berbagai bentuk yang unik. Bukit batu ini dikenal dengan nama Gunung Api Purba Nglanggeran.

Keindahan Puncak Gunung Gedhe Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Gedhe sebutan puncak barat Gunung Api Purba Nglanggeran. Memiliki ketinggian 700 mdpl, dengan luas kawasan pegunungan mencapai 48 hektar. Dari Puncak Gunung Gedhe Anda bisa menikmati kemegahan Gunung Lima Jari serta menyaksikan momen senja yang sangat indah.

Untuk mencapai puncak, membutuhkan waktu sekitar 1 jam pendakian. Keseluruhan jalan yang dilewati berupa anak tangga permanen, anak tangga dari susunan batu, jalan tanah landai, jalan dengan bantuan tali dan anak tangga dari kayu.

Trekking Menuju Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran

Sebelum menuju puncaknya, Anda perlu tahu urutan trekkingnya. Perlu diketahui bahwa di Gunung Api Purba Nglanggeran terdapat 5 gardu pandang sebagai perwakilan dari tiap-tiap pos.

Setelah melewati pintu masuk, Anda akan langsung menaiki anak tangga permanen dengan melewati Pendopo Joglo Kalisongo. Setelah itu berjalan mendaki melalui jalan setapak melewati sebuah spot yang bernama Song Gudel, berupa lorong buntu beratap bongkahan batu raksasa.

Kemudian Anda akan melalui lorong sempit bernama Lorong Sumpitan, dilengkapi dengan tangga kayu dan terdapat batu menggantung yang terjepit di antara lorong. Saking kecilnya lorong, Anda harus melewatinya secara bergantian.

Setelah itu, tibalah Anda di Gunung Bagong. Dari dataran Gunung Bagong, Anda akan menyaksikan gugusan batuan cadas berselimut tumbuhan hijau di sekitarnya.

Berikutnya, Anda akan melalui lorong sumpitan yang kedua. Hampir serupa dengan lorong sumpitan pertama, hanya saja tangga di lorong kedua berupa bebatuan yang tersusun cukup rapi.

Setelahnya, Anda akan melewati jalan tanah yang cukup landai dan disekelilingnya banyak pepohonan tinggi. Jalan setapak ini adalah trek terakhir sebelum mencapai puncak Gunung Api Purba Nglanggeran.

Akhirnya tibalah Anda di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran yang dinamai Gunung Gedhe, tersedia tangga dari kayu yang cukup kuat sebagai pijakan. Dari puncak terlihat keseluruhan panorama alam yang sangat menakjubkan.

Sejarah Gunung Api Purba Nglanggeran

Tempat wisata andalan Desa Wisata Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul DIY, Gunung Api Purba Nglanggeran ini telah ditetapkan sebagai salah satu anggota Geopark Gunung Sewu oleh UNESCO pada 19 September 2015.

Gunung yang tersusun oleh material vulkanik tua dan membentuk pegunungan batu raksasa ini juga merupakan 1 dari 3 gunung purba di Pulau Jawa. Dua lainnya yakni Gunung Api Purba di Kebumen Provinsi Jawa Tengah dan Gunung Api Purba Kaldera Pasir Tengger di Provinsi Jawa Timur.

Legenda Menarik Gunung Api Purba Nglanggeran

Nama Nglanggeran berasal dari kata “nglanggar" yang mempunyai arti melanggar.

Terdapat cerita sejarah yang berhubungan atau dikaitkan dengan Gunung Api Purba Nglanggeran ini. Konon, Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan tempat menghukum warga desa yang ceroboh merusak wayang.

Pada ratusan tahun yang lalu, penduduk desa yang didominasi petani mengundang seorang dalang untuk mengadakan pesta syukuran hasil panen. Namun ada beberapa warga desa yang melakukan hal ceroboh. Mereka memainkan wayang si dalang dan tanpa sengaja merusak wayang si dalang. Setelah mengetahui wayang yang dibawanya rusak, dalang murka dan mengutuk warga desa menjadi sosok wayang dan dibuang ke Bukit Nglanggeran.

Ada beberapa bebatuan besar yang menurut cerita digunakan untuk tempat pertapaan warga. Warga sekitar mengatakan bahwa menurut kepercayaan, Gunung Nglanggeran dijaga oleh Kyai Ongko Wijoyo serta tokoh pewayangan Punokawan, yaitu Semar, Petruk, Gareng dan Bagong.

Pada malam tahun baru Jawa (1 Suro) atau Jumat Kliwon, beberapa warga bersemedi di puncak gunung. Ada pula warga yang pernah menemukan arca mirip Ken Dedes Di Gunung Nglanggeran ini.

Mitos 7 Kepala Keluarga Gunung Api Purba Nglanggeran

Puncak timur Gunung Api Purba Nglanggeran mempunyai mitos yang tak kalah menarik. Terdapat Dusun Tlogo Mardidho yang merupakan tempat tinggal 7 kepala keluarga. Hal tersebut sudah berlangsung secara turun-temurun. Jika ada keturunan dari mereka yang menikah, maka harus meninggalkan Dusun Tlogo Mardidho.

Karena, jika jumlah kepala keluarga di puncak timur Gunung Api Purba Nglanggeran kurang atau lebih dari 7 keluarga, maka hal yang buruk akan terjadi.

Info Wisata Berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran

Mulai 24 Juni 2020, Gunung Api Purba Nglanggeran sudah dibuka kembali. Namun dengan jam operasionalnya terbatas. Anda juga harus mematuhi protokol kesehatan yang ada. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak dengan pengunjung lain.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Gunung Api Purba Nglanggeran 2020

Karang Taruna Desa Nglanggeran mengelola langsung kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran ini. Selama masa uji coba pembukaan, jam buka Gunung Api Purba Nglanggeran dibatasi mulai jam 08:00 pagi dan tutup hingga jam 18:00. Khusus hari Senin tutup ya.

Harga tiket masuk Gunung Api Purba Nglanggeran sebesar Rp15.000 per orang.

Tempat Wisata di Sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran

Di sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran Anda bisa menjumpai Embung Nglanggeran yang berupa kolam seperti telaga terletak di ketinggian 500 mdpl. Embung Nglanggeran dengan luas sekitar 5.000 meter persegi itu berfungsi menampung air hujan untuk mengairi kebun buah kelengkeng, durian, dan rambutan di sekeliling embung. Dari sisi Embung Nglanggeran, Anda bisa menyaksikan panorama matahari terbenam dan melihat gagahnya Gunung Api Purba di seberang embung.

Ada pula Air Terjun Kedung Kandang yang tidak kalah menariknya. Air Terjun unik yang mempunyai 6 tingkatan, terdiri dari tebing-tebing vulkanik yang terbentuk seperti anak tangga. Saat musim penghujan, dari atas akan terlihat seperti air terjun yang bertumpuk-tumpuk, keren!

Lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba terletak di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Anda bisa mengakses dari kota Jogja dengan jarak sekitar 20 km atau kurang lebih 45 menit menggunakan kendaraan pribadi.

Tidak ada transportasi umum yang sampai di lokasi wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, sehingga kami sarankan Anda menggunakan jasa sewa mobil murah kami. Kami siap mengantarkan Anda mengunjungi Gunung Api Purba Nglanggeran dan sekitarnya.

Silahkan cek halaman rental mobil kami disini
Rental Mobil Jogja

Atau hubungi kami melalui media di bawah ini.

 082164691939

 @borobudurtourjogja

 @borobudurtourjogja

 @borobudurtour