Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta, Garasinya Sultan 23 Koleksi Elegan

2021-01-27Kraton

Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta atau Museum Kereta Kraton Yogyakarta merupakan museum unik. Anda tidak akan menemukan kereta api ataupun kereta uap disini, melainkan kereta kuda yang dimiliki oleh Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Terdapat 23 buah kereta, beberapa diantaranya sudah berusia lebih dari seratus tahun. Bahkan ada yang lebih tua dari usia Kraton Jogja sendiri. Kereta-kereta tersebut dahulunya merupakan transportasi utama Kesultanan Yogyakarta.

Hingga saat ini masih ada beberapa kereta yang digunakan untuk upacara-upacara adat Kraton, seperti Grebeg, penobatan Sri Sultan, serta pernikahan putri Sultan.

Koleksi Kereta Kencana Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta

Berikut ini koleksi kereta-kereta kencana yang bisa Anda saksikan di Museum Kereta Kraton Yogyakarta.

Kereta Kanjeng Nyai Jimad

Diantara semua koleksi kereta kuda yang ada, Kereta Kanjeng Nyai Jimad ini berusia paling tua, bahkan sebelum Kraton Jogja berdiri. Kereta produksi Belanda ini dibuat pada tahun 1750, peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Kraton Yogyakarta sendiri berdiri tahun 1756.

Kereta Kanjeng Nyai Jimad merupakan kereta kencana yang digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono V saat penobatan Raja. Ditarik oleh 8 ekor kuda berwarna putih.

Kereta Kanjeng Nyai Jimad juga merupakan kereta terkeramat di Kraton. Satu tahun sekali pada bulan Suro kalender Jawa, Kereta Kanjeng Nyai Jimad ini dimandikan dengan upacara khusus. Upacara itu disebut Siraman Pusaka. Air untuk memandikan kereta akan diperebutkan oleh masyarakat sekitar untuk dicari berkah.

Kereta Kyai Mondro Juwolo

Kereta Kyai Mondro Juwolo adalah kereta yang pernah dipakai oleh Pangeran Diponegoro dari Tegalrejo untuk perang melawan Belanda tahun 1825-1830. Pangeran Diponegoro adalah putra dari selir Sri Sultan Hamengku Buwono III. Kereta buatan Inggris tahun 1800 ini ditarik oleh 6 ekor kuda.

Kereta Kyai Manik Retno

Kereta Kyai Manik Retno merupakan kereta buatan Belanda yang dibeli pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono IV tahun 1815. Ditarik oleh 4 ekor kuda, dahulu digunakan oleh Sultan dan permaisurinya untuk pesiar.

Kereta Kyai Jolodoro

Kereta produksi Belanda pada tahun 1815, dahulu digunakan untuk berburu. Saat digunakan, atap akan dibuka dan di bagian belakang diisi dengan panah atau tombak.

Kereta Kyai Wimono Putro

Kereta Kyai Wimono Putro digunakan pada saat upacara pengangkatan Pangeran Adipati Anom atau Putra Mahkota. Dibuat di Belanda pada tahun 1860, pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI.

Kereta Kyai Wimono Putro ini ditarik oleh 6 ekor kuda dan kondisinya masih seperti aslinya yang berwarna kayu.

Kereta Kyai Garuda Yeksa

Sebagai pengganti Kereta Kanjeng Nyai Jimad yang sudah tua, dipakailah Kereta Kyai Garuda Yeksa. Kereta kencana paling megah milik Kraton Yogyakarta ini dibuat di Belanda pada tahun 1861.

Kemegahan Kereta Kyai Garuda Yeksa terlihat dari ornamennya. Ornamen-ornamen kereta terbuat dari emas 18 karat. Puncak kereta dihiasi dengan mahkota seberat 20 kg yang juga terbuat dari emas.

Kereta Kyai Garuda Yeksa digunakan sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI, dan kini hanya digunakan untuk acara penobatan. Terakhir saat penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 1989.

Kereta Kyai Harsunaba

Kereta Kyai Harsunaba merupakan transportasi yang digunakan oleh putra Raja namun dari selir. Kereta produksi Belanda ini dibuat pada tahun 1870.

Kereta Kus No.10

Kereta produksi Belanda pada tahun 1870. Transportasi yang digunakan oleh para menantu Raja.

Kereta Kyai Noto Puro

Kereta Kyai Noto Puro digunakan oleh Panglima perang atau Manggala Yudha. Kereta Kyai Noto Puro merupakan kereta buatan Belanda pada tahun 1870.

Kereta Kyai Jong Wiyat

Kereta produksi Den Haag Belanda pada tahun 1880 ini merupakan peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Kereta Kyai Jong Wiyat yang ditarik oleh 6 ekor kuda, dahulu digunakan oleh Manggala Yudha atau panglima perang.

Kereta Kyai Jong Wiyat digunakan kembali oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk acara pernikahan putrinya. Penikahan putri pertama tahun 2002, putri bungsu tahun 2011 dan terakhir putri ke-empat tahun 2013.

Kereta Kyai Roto Biru

Kereta produksi Belanda pada tahun 1901, peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Kereta Roto Biru ditarik oleh 6 ekor kuda. Dahulu juga digunakan oleh Manggala Yudha atau panglima perang.

Kini, Kereta Kyai Roto Biru digunakan untuk acara mengiringi pengantin yang dinaiki oleh besan/mertua.

Kereta Landower Ngabean

Kereta buatan Belanda pada tahun 1901. Kereta Landower Ngabean merupakan kereta khusus untuk putri Raja.

Kereta Kyai Rejo Pawoko

Kereta produksi Belanda pada tahun 1901, peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Digunakan untuk transportasi adik-adik Sri Sultan saat acara-acara yang diselenggarakan Kraton.

Kereta Kus Gading

Kereta buatan Belanda pada tahun 1901. Ditarik oleh 4 ekor kuda. Kereta Kus Gading juga digunakan oleh para istri Raja.

Kereta Kyai Puspoko Manik

Terlihat dari bentuknya, Kereta Kyai Puspoko Manik ini mirip dengan Kereta Kus Gading. Pasalnya, Kyai Puspoko Manik juga kereta produksi Belanda pada tahun 1901. Digunakan oleh para istri Raja dengan ditarik 4 ekor kuda.

Kereta Landower

Kereta yang ditarik oleh empat ekor kuda ini merupakan kereta buatan Belanda pada zaman pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VIII, tahun 1901. Kereta Landower digunakan untuk antar-jemput tamu kerajaan dari mancanegara.

Kereta Landower pernah dinaiki Sultan Raja Brunei Darussalam pada tahun 1980.

Kereta Landower Surabaya

Sama halnya dengan kereta Landower berwarna hijau, Kereta Landower Surabaya dibuat di Belanda pada tahun 1901. Kereta tersebut juga digunakan untuk antar-jemput tamu kerajaan dari mancanegara.

Kereta Landower Wisman

Kereta Landower Wisman pernah digunakan oleh Putri Diana saat berkunjung ke Yogyakarta.

Kereta Premili

Kereta buatan Indonesia pada tahun 1921. Digunakan untuk kendaraan para penari-penari Kesultanan Yogyakarta.

Kereta Kapultin

Kereta buatan Yogyakarta pada tahun 1921. Digunakan untuk berburu oleh putra selir Raja.

Kereta Kyai Kutha Kaharjo

Kereta buatan Berlin Jerman pada tahun 1927. Kereta kuda yang digunakan oleh para istri Raja.

Kereta Kyai Jetayu

Kereta Kyai Jetayu dahulu digunakan oleh para putri Raja saat menyaksikan pacuan kuda. Kereta rancangan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII ini dibuat di Yogyakarta pada tahun 1931. Kereta Kyai Jetayu ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kereta Roto Praloyo

Kereta besar yang didominasi warna putih dan emas ini merupakan kereta jenazah. Kereta Roto Praloyo merupakan kereta terbaru di Museum Kereta, dibuat di Yogyakarta pada tahun 1938.

Kereta Roto Praloyo dua kali digunakan untuk membawa jenazah Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan IX menuju Makam Raja Imogiri.

Kereta Roto Praloyo ditarik oleh 8 kuda, sedangkan semua pengawal, abdi dalem dan keluarga Sultan berjalan kaki mengiringi jenazah menuju Makam Raja Imogiri sejauh 17 km.

Info Wisata Berkunjung ke Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta

Selama pandemi, Museum Kereta Keraton Yogyakarta buka mulai pukul 09:00 pagi hingga 13:00. Harga tiket masuk cukup terjangkau, yaitu Rp5.000 per orang. Ditambah ijin foto sebesar Rp1.000 per orang.

Museum Kereta Keraton Yogyakarta ini terletak di Jalan Rotowijayan, tepatnya di samping barat pagelaran Kraton Jogja. Cukup 1 menit jalan kaki dari area pagelaran.