Pantai Parangtritis Sunset Merona Di Tengah Deburan Ombak

2020-08-10Jelajah Alam

Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Pantai Parangtritis. Dengan hamparan bibir pantai yang luas, Pantai Parangtritis memiliki panorama sunset yang mempesona. Pantai Parangtritis berkaitan erat dengan cerita Legenda Nyi Roro Kidul, sang penguasa pantai Selatan.

Terpana Dengan Pesona Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis mempunyai karakter yang sangat berbeda dengan pantai-pantai lainnya. Kawasan Pantai Parangtritis ini menghadap langsung ke Samudra Hindia tanpa terhalang karang. Juga terdapat beberapa palung di perairan tepi laut.

Jumlah palungnya sering berubah-ubah dan titiknya juga sering bergeser karena pengaruh angin serta gelombang laut. Lokasi palung mempunyai ciri-ciri gelombang yang tenang dan tidak ada buih di atasnya.

Untuk itu, Anda harus berhati-hati saat bermain di bibir pantai Parangtritis dan tidak disarankan untuk berenang ke tengah Pantai Parangtritis ini.

Bermain Ombak di Bibir Pantai Parangtritis

Mengunjungi pantai tentu saja tidak lepas dengan permainan air dan pasir. Anda bisa kejar-kejaran dengan ombak yang datang menghampiri di bibir Pantai Parangtritis, namun mengingat ombaknya yang terkenal ganas, Anda sangat disarankan untuk tidak berenang.

Saat angin berhembus kencang dan cuaca sangat dingin, Anda perlu waspada dengan keberadaan ubur-ubur. Biasanya ubur-ubur tersebut mulai muncul ke kawasan pantai pada bulan Juni hingga September. Sengatan ubur-ubur bisa menyebabkan rasa panas dan gatal. Jika daya tubuh Anda tidak kuat akan sakit perut dan sesak nafas, bahkan bisa sampai pingsan.

Anda juga bisa menikmati panorama birunya laut Parangtritis dengan sekedar duduk bersantai di atas pasir. Tersedia payung-payung besar warna-warni yang berderet rapi sebagai tempat berteduh dan bersantai. Namun Anda perlu membayar Rp5,000 per payung untuk bisa memakainya.

Momen Sunset Yang Menawan di Pantai Parangtritis

Menikmati suasana Pantai Parangtritis sangat cocok terutama saat sore hari untuk menyaksikan sunsetnya yang mempesona. Semburat langit senja yang merona menjelang terbenam matahari di ufuk barat menjadi momen istimewa yang bisa Anda nantikan. Keindahan bibir Pantai Parangtritis yang luas beratapkan langit-langit berwarna jingga seolah tersenyum dengan penuh rona.

Menikmati Tepian Laut Pantai Parangtritis

Anda bisa menikmati senja di Pantai Parangtritis dengan cara yang berbeda, yaitu dengan naik kereta kuda atau disebut dengan bendi, menyusuri tepian laut yang berpasir. Anda akan berjalan menuju ke arah timur dengan gugusan karang yang indah. Semilir angin akan semakin terasa saat berada di atas bendi yang melaju di pinggir pantai.

Selain naik bendi, menyusuri kawasan pantai juga bisa Anda lakukan menggunakan ATV. Wahana All Terrain Vehicle ini cukup untuk dikendarai oleh 2 orang. Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp50,000 Anda bisa mengendarai ATV melewati gundukan pasir di kawasan bibir pantai selama 15 menit.

Berendam di Pemandian Air Panas Parang Wedang

Dengan ombak Pantai Parangtritis yang besar maka Anda dilarang mandi dan berenang di sekitar pantai. Sebagai alternatif, Anda bisa mandi dan berenang di Pemandian Air Panas Parang Wedang. Jam buka dari pukul 06:00 hingga 18:00, dengan biaya Rp4,000 per orang.

Sebelum dibuka untuk umum, pemandian tersebut hanya diperuntukkan bagi Keluarga Kraton Yogyakarta. Konon, Pemandian Air Panas Parang Wedang memiliki 3 sumber mata air yang dipercaya bermanfaat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

Menikmati Malam Tahun Baru di Pantai Parangtritis

Detik-detik pergantian tahun memang menjadi momen yang paling dinanti. Di Pantai Parangtritis, Anda pun bisa menikmati riuhnya pesta kembang api dari tepian pantai bersama teman-teman ataupun keluarga. Suasana pergantian tahun akan terasa lebih berwarna bersama dengan deburan suara ombak.

Janganlah Anda pulang dulu setelah menikmati pesta kembang api. Pagi harinya, Anda bisa menyaksikan kemunculan sang mentari dan menikmati kehangatannya.

Mitos dan Sejarah Pantai Parangtritis

Nama Pantai Parangtritis didapatkan dari kisah pelarian seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bernama Dipokusumo. Saat sedang bersemedi, ia menemukan batu karang besar yang terdapat tetesan air. Karena itulah ia memberi nama Pantai Parangtritis yang berasal dari kata 'parang’ dengan arti batu karang dan 'tritis’ atau 'tumaritis’ dengan arti saling menetes.

Pantai Parangtritis masuk dalam lambang kesatuan Trimurti untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Trimurti tersebut terdiri dari Gunung Merapi yang berada di ujung utara, Keraton Yogyakarta yang berada di pusat Kota, dan Pantai Parangtritis yang berada di ujung Selatan. Jika ditarik garis lurus, ketiganya berjajar di satu garis yang sama dari utara ke selatan.

Legenda Nyi Roro Kidul Penguasa Pantai Parangtritis

Banyak orang mempercayai bahwa Pantai Parangtritis merupakan pintu gerbang menuju kerajaan gaib Ratu Kidul atau sering disebut Nyi Roro Kidul. Menurut cerita, Nyi Roro Kidul memiliki istana megah di jantung Samudera serta memiliki kuasa atas ombak di Samudera Hindia. Cerita diperkuat dengan ganasnya ombak pantai Parangtritis mencapai 7 meter yang sering menelan banyak korban jiwa.

Seperti halnya Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang pernah bertemu dengan Nyi Roro Kidul.

Mitos Baju Hijau Pantai Parangtritis

Masih berhubungan dengan cerita Nyi Roro Kidul. Banyak warga sekitar percaya, Nyai Roro Kidul sangat menyukai benda-benda berwarna hijau. Menurut kesaksian orang-orang yang bisa melihat hal gaib, Nyi Roro Kidul juga menggunakan set kebaya yang berwarna hijau.

Percaya tidak percaya, jika berkunjung ke Pantai Parangtritis menggunakan baju berwarna hijau, maka bisa terkena kesialan atau bahkan sampai kehilangan nyawa. Konon ceritanya ia akan ditarik oleh Nyai Roro Kidul dan dijadikan abdi di Kerajaan gaib Ratu Kidul.

Info Wisata Berkunjung ke Pantai Parangtritis

Sejak 1 Juli 2020 Pantai Parangtritis sudah dibuka kembali untuk umum. Anda harus mengikuti protokol kesehatan yang ada saat memasuki kawasan Pantai Parangtritis.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Pantai Prangtritis 2020

Jika Anda ingin berkunjung ke Pantai Parangtritis nan eksotis ini, bisa dari pagi hingga sore. Jam operasional Pantai Parangtritis mulai jam 06:00 hingga 18:00.

Untuk masuk ke kawasan wisata Pantai Parangtriris, Anda cukup membayar tiket masuk dengan harga Rp10.000 per orang.

Selain bisa mengunjungi Pantai Parangtritis, dengan tiket tersebut Anda juga bisa mengunjungi Gumuk Pasir dan Pantai Parangkusumo yang berada di dekatnya.

Tempat Wisata Menarik di Sekitar Pantai Parangtritis

Jika Anda merasa kurang puas bermain di Pantai Parangtritis, ada objek wisata lain yang tidak kalah menarik di sekitarnya.

Seperti Bukit Parang Endog yang berada di sisi timur Pantai Parangtritis. Sering juga disebut Bukit Paralayang Watugupit karena digunakan sebagai landasan untuk aktivitas olahraga paralayang yang cukup memicu adrenalin. Dari bukit Parang Endog, Anda bisa menikmati keindahan pantai Parangtritis dari ketinggian. Anda pun bisa menikmati sunset dengan suasana yang berbeda.

Atau ingin merasakan sensasi layaknya berada di Gurun Pasir di Arab? Anda bisa menuju Gumuk Pasir Parangkusumo di utara Pantai Parangtritis. Disini, Anda bisa mencoba permainan sand boarding yang seru.

Kelaparan? Bisa menjajaki pasar ikan hasil tangkapan nelayan di Pantai Depok. Anda bisa langsung mencicipi sajian kuliner olahan laut di warung-warung yang ada disana.

Penginapan dan Hotel di Pantai Parangtritis

Jika Anda masih ingin menikmati liburan Anda lebih lama di Pantai Parangtritis, terdapat beberapa hotel dan penginapan yang terletak di atas bukit, menawarkan pemandangan pantai dari ketinggian. Seperti Queen of The South Resort, Adinda Beach Villas, atau Hotel Parangtritis.

Penginapan dibuat menghadap laut agar Anda bisa bermalam sambil menikmati suasana Pantai Parangtritis.

Lokasi Kawasan Wisata Pantai Parangtritis

Lokasi Pantai Parangtritis berada di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Berjarak sekitar 30 km arah selatan dari pusat kota Yogyakarta atau tepatnya Malioboro. Menempuh 1 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Jika menggunakan transportasi umum seperti bus, Anda bisa bisa naik Trans Jogja menuju terminal Giwangan. Kemudian turun dan naik bus jurusan Pantai Parangtritis.

Namun berkendara dengan angkutan umum sangat merepotkan, seringkali Anda akan menunggu cukup lama agar angkutan terisi penuh sebelum melanjutkan perjalanan. Untuk menghindari hal tersebut, akan lebih mudah jika Anda menggunakan sewa mobil.

Kami menyediakan mobil yang bagus dan bersih, serta driver yang ramah dan berpengalaman. Liburan Anda akan sangat menyenangkan jika menyewa mobil kami.

Silahkan cek halaman rental mobil kami disini
Rental Mobil Jogja

Anda juga bisa menghubungi kami secara langsung melalui kontak di bawah ini :

 082164691939

 @borobudurtourjogja

 @borobudurtourjogja

 @borobudurtour